Membunuh Iblis pada Malam Tahun Baru

4. Cara Menyalakan Petasan dan Membunuh Iblis Betina

Malam ini adalah malam tahun baru terindah. Kembang api di langit tak henti berdentang pada tengah malam yang penuh doa. Hati-hati, karena dendam dan amarah, kau menyelinap ke kamar iblis itu. Iblis betina itu tampak tidur lelap dengan mulut terbuka ketika kau membekap dan menjejalkan sebuah petasan ke dalam mulutnya.

“Mari kita rayakan malam tahun baru tanpa tangis dan kesedihan!” katamu sembari menghidupkan sumbu petasan.Dan, dor! Petasan itu meledak menghancurkan mulut wanita itu. Kau pun menyeringai melihat tubuhnya terkulai tak bergerak.

5. Cara Menyalakan Petasan dan Membunuh Iblis Jantan

Petasan dan kembang api semakin nyaring di luar dan kau kembali memanjatkan doa. Seorang pria datang dengan langkah limbung. Iblis jantan itu mendekat dan menubruk tubuhmu. Ia kembali menyeretmu ke dalam lingkar kutukan. Namun malam ini kau tak melawan. Bahkan kau melayani hingga ia puas dan lemas.

Setelah bercinta, hati-hati, kau mengikat kemaluannya dengan sebuah petasan.

Dan, dor! Kemaluan pria itu hancur!

Kau tertawa melihat pria itu meringkik kesakitan. Namun kau belum puas menikmati malam tahun baru ini. Kau telan semua petasan itu sampai menyumbat tenggorokan dan mulutmu. Kausulut sebuah petasan yang bersemayam di tenggorokan dan mulutmu.

Dan, dor! Semoga iblis-iblis itu pergi. (28)

 

Risda Nur Widia telah menerbitkan buku cerpen tunggal Bunga-Bunga Kesunyian (2015) dan Tokoh Anda yang Ingin Mati Bahagia seperti Mersault (2016).

Arsip Cerpen di Indonesia