Segelas Teh, Hujan, dan Patah Hati

Agustus 2019

Kau telah menikah, setelah setahun bertunangan. Kau jangan takut, dan pastinya akan berbahagia dengannya. Kalian akan bertengkar kecil-kecilan seperti kita dahulu, dan sebagaimana pecinta lainnya. Kalian menjadi suami istri yang ideal, tentu saja semua butuh proses panjang dan melelahkan.

Hujan turun deras. Aku benar-benar heran, padahal langit sangat panas siang tadi, menjelang sore hujan deras tiada ampun mengguyur bumi. Kau tahu, aku akan menyeduh teh, dan menikmati hujan dengan damai.

 

Zulfikar R H Pohan, ketua Sanggar Daun Mekaum (SDM) Banda Aceh.

Arsip Cerpen di Indonesia