Dan, kakek seperti sudah paham dengan yang kualami, sebab tak hanya satu kali atau dua kali kejadian ini terjadi. Ia sangat perihatin denganku. Mungkin, ia berpikir bagaimana caranya mengobati rindu yang menggebu yang saat ini dialami oleh cucunya. Dalam mimpi apapun bisa terjadi, gumamnya.
“Sudahlah, cucuku jangan menangis. Nanti sore kakek ajak kamu ke makam ibumu,” ujar kakek.
***
Waktu itu untuk pertama kalinya, aku ke makam ibu. Mula-mula aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Sebuah gundukan tanah membujur menghadap utara dengan tertancap dua buah nisan. Lalu hanya satu pertanyaanku, “Apakah ini kuburan ibu?” Dengan berat, kakek menganggukkan kepalanya. (***)