Kisah Anjing Belang

Ketika malam hujan menyapa, perempuan itu kerap menangis untuk yang kesekian kali. Seolah petir menyambar tubuhnya yang terluka. Isak tangis dan air matanya sempat dikirim lewat WhatsApp pribadinya. Ia kirim pada Jacky, teman curhatnya saat itu. Jacky heran mangut-mangut, seolah tangis merupakan kebahagiaan bagi perempuan malang itu. Apakah dengan mengirim luka bisa sembuh begitu saja?

“Apa gunanya kau kirimkan luka-luka itu?” Jacky bertanya lirih.

Tubuhnya menyimpan tangis berbau darah. Perempuan itu tak menjawab. Sesekali tangis dan lukanya ia simpan di dalam dadanya. Begitu ia terjebak dan terhipnotis jarak waktu. Hal itu diceritakan dan sering dikirim ke teman-temannya. Terkadang luka itu dijadikan dokumen di ponselnya.

Baca juga: Lelaki yang Dipasung – Cerpen Faruqi Umar (Radar Banyuwangi, 23 Desember 2018)

“Ah, perempuan itu gila,” pikirku.

“Apakah dengan menangis bisa mengurangi beban luka? Kurang etis,” gumam Jacky di suatu malam sehabis hujan mulai reda.

***

Jacky adalah satu-satunya teman dekat perempuan itu. Ia pun satu-satunya laki-laki penakut di kampung kami. Beda halnya dengan Junaidi, si kekasih perempuan itu. Tubuh Jacky sangatlah kurus. Penampilannya sederhana. Sudah cukup lama perempuan itu berteman dengan Jacky. Tepat sebelum ia mempunyai hubungan dengan Junaidi. Perempuan itu teringat kala dirinya satu sekolah dengan Jacky, beberapa tahun lalu. Persis sebelum dirinya mengenal apa itu luka.

Baca juga: Arwah Titisan – Cerpen Destya Tika Ananta (Radar Banyuwangi, 09 Desember 2018)

Perempuan itu merasa gundah dan tak rela ditinggal pergi. Mungkin saja ia teledor. Dipermainkan Junaidi adalah cobaan yang harus diterima. Menurut Jacky, perempuan itu tak tahu pasti perihal karakter dan sifat pribadi lelaki itu. Ia baru merasakan hari itu. Hari di mana ia merasa kecewa. Tahu-tahunya ada lelaki seperti dia: penyebar luka, bajingan, pengkhianat, terlebih pemain hati seperti Junaidi. Katakatanya selalu gombal. Mentang-mentang punya jurus yang begitu ampuh.

Kata Jacky, lelaki itu punya ilmu mistik. Katanya bisa melumpuhkan wanita dalam kurun waktu singkat. Menurutnya, Junaidi telah mengirim mistik luka pada tubuh mungil itu. Ia lakukan kesekian kali hanya demi virus luka. Kini, luka itu tertancap tepat di tubuh perempuan mungil itu.

Arsip Cerpen di Indonesia