Pohon mangga kembali memainkan musik mengikuti irama angin. Kartu-kartu kembali kami mainkan. Kami selalu main kartu remi atau seven scope, setelah seharian bertugas. Tugas kami berbeda beda. Mukti-Mukti mengaransmen lagu baru atau lama, Wa Obay menghitung labadagangannya, Kang Iman masak dan kadang nyanyi Smule, Sapei menunggu hasil pengumuman pemilu karena ia mencalonkan diri menjadi anggota DPD RI Dapil Jawa Barat, sedangkan saya nulis puisi, nengok facebook atau youtube.
Tiba-tiba seangkir kopi tumpah lagi dan membasahi kartu. Kami saling memandang lama, lalu tertawa terbahak-bahak. ***
Bandung, Oktober 2018
Matdon adalah penyair/penulis/wartawan, tinggal di Bandung. Buku kumpulan puisinya yang telah terbit antara lain Garis Langit (2002), Mailbox (2004), Kepada Penyair Anjing (2008), dan Benterang. Puisi dan tulisan budayanya dimuat di berbagai media. Sejak 2009 menjadi Rois ‘Am Majelis Sastra Bandung, sebuah komunitas sastra yang dia dirikan bersama rekan-rekannya.