Petugas kereta api tersenyum padanya. Sopian balas dengan anggukan dan menunggu dengan cemas mengenai kebenaran itu. Setelah sampai di tempat kerja, ia melihat kembali album foto mantan kekasihnya itu. Ia ingin sekali menahan hatinya untuk tidak bersedih. Ia ingin sekali menawarkan bahagia lagi. Tapi ia sadar ada yang terus bergerak maju atau tetap di tempat seperti dirinya. Ia tetap setia seperti biasa. Menyalami rekan kerjanya yang juga cemas dengan masa depan mereka.
“Kita akan dirumahkan.” Ucap rekan kerjanya.
“Ya mau gimana lagi. Kita cari kerja lain saja.” Jawab seseorang pula.
“Kalau kalian berminat aku ada lowongan. Lumayan, bisa buat cicilan mobil.” Kata seseorang lagi. Sopian menoleh. Ia memandang yang berkata barusan. Dalam hatinya bercampur segala rasa. Minggu ini akan jadi hari terakhir ia bekerja.
Sopian melewati petugas kereta api dan tersenyum lebih dulu. Ia menenteng hadiah dalam kantong plastik untuk Fira dan dengan sikap ramah ia pun bertanya apakah ada lowongan pekerjaan di stasiun. Petugas itu kemudian membuka topi, menawarkan kopi dan bercerita mengenai susahnya gaji naik dan tidak adanya tunjangan. Sopian mengangguk angguk. Itu jelas sekali penolakan. Lalu petugas itu bertanya tentang hadiah. Sopian ingin sekali menertawai petugas itu tapi ia segera pulang dan berdiam di dalam kamarnya yang tenang.
Pada hari pernikahan mantan kekasihnya itu, Sopian memutuskan tidak pergi dan ia bangun pukul 12 siang. Ia membersihkan rumahnya semalaman sehingga tertidur dan bangun dengan sakit kepala luar biasa. Ia bingung dan pergi ke stasiun untuk berbincang dengan petugas kereta api. Tapi lelaki itu tak ada di sana. Ia cuti sehingga Sopian kembali pulang dan berencana mengantar lowongan pekerjaan lalu membersihkan satu kamar kosong di rumahnya untuk disewakan. Ia perlu uang untuk membayar tagihan listrik. Jika ada yang menyewa ia bisa menyelamatkan hal tersebut.
Sesungguhnya hari yang semakin berat itu tiba. Tapi Sopian masih punya rumah peninggalan orang tuanya. Ia hanya perlu mencari kerja agar kelak kekasih barunya tidak malu kalau bertanya mengenai pekerjaan. Sopian kembali dihunjam rindu. Ia tahu kesalahannya kepada Fira bukanlah dibuat-buat. Wanita sekarang menginginkan perhatian penuh, Sopian tak mampu memberikannya.
Apa yang dikatakan oleh berita itu benar adanya. Sopian mendapat pesangon cukup banyak lalu ia berencana membuka penyewaan kamar di rumahnya. Ia juga berencana menyimpan separuh uangnya di bank dan membeli apa yang akan membuatnya bahagia.