Sam,
Aku memang tidak datang sendirian. Tiga bulan lalu aku menjalani kehidupan baru sebagai isteri dari seorang lelaki. Bukan laki-laki hebat, hanya lelaki sederhana yang hidup dari kata-kata. Dirangkainya sebait puisi nan gurih untuk melamarku dan aku menyerah. Sementara kabarmu nihil. Setahun kau mengilang. Sementara aku bimbang antara menerimanya atau menunggumu?
Bolehkah kami berbulan madu ke Turki? Ini negeri impianku sejak Orhan Pamuk dengan My Name is Red menjadi bacaanku belasan tahun lalu. Dan kau, Sam, adalah lelaki peri yang mewujudkan impianku. (*)
Wina Bojonegoro. Novelis, traveler, pebisnis yang bergiat di bidang pariwisata.