Penduduk Negara Neka yang percaya ada kekuatan lain yang ada di dunia ini, ramai-ramai pindah ke Negara Suka. Mereka meminta untuk diajarkan ketenangan yang mereka dengar tentang Negara Suka. Mereka mulai belajar beberapa sejarah tentang kepercayaan Negara Suka, mereka mengikuti dan perlahan mengerti.
Sampai suatu saat, bencana serupa terjadi di Negara Suka. Para penduduk pindahan tetiba saja terkejut dan merasa mereka telah terbodohi oleh Pak Suka. Mereka merasa tak ada kedamaian. Kenapa mereka mesti mendapat bencana meski sudah berusaha berbuat kebaikan. Pak suka hanya meminta mereka bersabar. Bahkan beberapa dari mereka tak punya apa-apa lagi semenjak pindah ke Negara suka. Meski para penduduk asli Negara Suka ingin membantu, mereka menolak, merasa jati diri mereka terinjak-injak. Akhirnya, mereka meminta kembali pindah.
Pak Suka menengadah, ia tak pernah bilang pada mereka kehidupannya dan penduduk lain tak pernah kedatangan tamu tak diundang. Ia menunduk, melihati tempat kepalanya setiap harinya melekat. Meminta ketetapan hati untuk keluarga dan sesamanya. (*)
Jelsyah Dauleng. Lahir di Sul-Sel 1993. Menyelesaikan pendidikan di Fakultas Bahasa dan Sastra UNM. Tinggal di Siwa.