Idang Raja

“Silakan masuk, Pak Mirza,” kata Toke Daniel. Di ruangan yang megah itu, Toke Daniel, pemilik beberapa panglong kayu yang salah satunya di Lhok Asan, menyambut kedatangan Mirza. Mirza alias Chik Kaoy adalah mitra kerja Toke Daniel.

“Kali ini kita rugi, Pak Mirza. Panglong di Lhok Asan semua dibawa banjir.  Untung saja sudah balik modal sejak dua tahun lalu,” kata Toke Daniel sambil membereskan faktur-faktur di atas mejanya.

“Tapi bukankah di tempat lain kita mendapat untung yang lumayan?” timpal Mirza.

“Oh, itu pasti sobat, ngomong-ngomong saya suka dengan peran yang kau mainkan itu,” kata Toke Daniel sambil tertawa.

Hujan deras terus masih mengguyur kota. Dari gedung berlantai sepuluh itulah, Toke Daniel, memonitor beberapa usaha penebangan kayu milik perusahaannya. Kegembiraan mereka semakin berlipat ketika berhasil menarik dalam-dalam asap cerutu Cuba.

 

Mustafa Ibrahim Delima, anggota  FAMe Chapter Pidie Raya.

Arsip Cerpen di Indonesia