Ular yang Berkepala Tiga

Latihan ini memang gila. Aku adalah seorang ustaz, yang tentu tak pantas berada di tempat ini. Bayangkan, jika ada salah satu jamaah yang mengenal aku, maka jamaah tersebut pasti akan mencibirku, mencemoohku, atau paling arif dia akan mengatakan, ustaz manguro, atau ustaz lale. Sebuah cibiran kepada salah seorang ustaz yang doyan dengan perempuan.

Latihan gila, tapi aku harus melakoninya untuk sebuah kemenangan. Aku telah menjalani semua latihan yang memungkinkan aku meraih pahala yang besar di hadapan Tuhan. Setiap malam aku melaksanakan salat tahajjud, zikir sampai pagi, puasa Senin-Kamis, rutin membaca Alquran setiap hari, rajin sedekah, rajin silaturahmi, dan ceramah diberbagai tempat. Semua telah aku lalui, namun sekalipun belum pernah aku melalui latihan berada di tengah perempuan-perempuan cantik, wangi dan seksi. Apakah aku mampu menjadi orang muslim yang baik ketika dihadapkan dengan perempuan-perempuan cantik, wangi dan seksi?

Bukankah selama ini banyak kiai, banyak ustaz yang terperosot ke lembah nista karena tak mampu menahan nafsu birahinya setelah bertemu dengan perempuan-perempuan cantik dan menggiurkan? Bukankah banyak kiai dan ustaz yang harus terkubur dan terusir karena kedapatan menggauli santrinya? Bukankah banyak orang-orang yang bersorban dengan rapi dan penuh kharisma, tapi justru terbongkar aibnya karena bermain serong dengan artis-artis?

Kalau ada politisi yang terhormat bermain serong, selingkuh kirikanan, atau punya istri simpanan di mana-mana, itu adalah hal yang biasa. Sama biasanya kalau ada pejabat teras, pejabat rendahan hingga pimpinan proyek, yang tiba-tiba diketemukan berada di tempat-tempat hiburan malam dengan ditemani perempuan-perempuan cantik sembari menenggak bir, wisky dan minuman beralkohol lainnya. Itu juga adalah hal biasa. Sebab mereka adalah manusia biasa, yang butuh hiburan, kesenangan dan kenikmatan. Mereka bukan berarti tidak paham agama, mereka sangat paham, tetapi mereka juga butuh kesegaran, dan sekali lagi, ya kenikmatan. Soal dosa? Ya, itu urusan Tuhan. Apalagi pintu tobat selalu terbuka untuk hambanya yang mau bertobat. Kira-kira seperti itulah pemahaman mereka.

Tapi aku adalah ustaz yang sangat paham agama, hadir di sebuah tempat di bawah lampu yang remang-reman, duduk manis di hadapan perempuan-perempuan wangi, cantik dan seksi tentu bisa membawa fitnah di mana-mana.

Arsip Cerpen di Indonesia