Cerdas Mengelola Gaji Menjadi Investasi

Oleh Dewi Andriani (Bisnis Indonesia, 03 Maret 2019)

Jangan Biarkan Gaji Numpang Lewat ilustrasi Istimewa
Jangan Biarkan Gaji Numpang Lewat ilustrasi Istimewa

Banyak orang mengalami permasalahan ‘besar pasak daripada tiang’ dalam keuangan, yaitu pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Berapapun pemasukan yang diterima, baik besar maupun kecil, tetap saja, akan habis sebelum waktunya.

Sebetulnya, besarnya pengeluaran sangat dipengaruhi oleh gaya hidup seseorang. Semakin besar pemasukan, biasanya pengeluaran pun kian bertambah, terutama untuk memenuhi keinginan gaya hidup.

Mulai dari nongkrong di kafe atau restoran, berlibur ke luar kota atau ke luar negeri, membeli barang-barang mewah dan elektronik, hingga keinginan untuk membeli kendaraan terbaru.

Alih-alih bisa menabung atau berinvestasi, yang ada justru utang semakin menumpuk ditambah dengan bunga yang nilainya cukup besar. Padahal, baik menabung maupun berinvestasi merupakan salah satu jalan untuk mendapatkan kebebasan finansial sekaligus menikmati masa pensiun yang lebih baik.

Sayangnya, belum banyak masyarakat yang dapat mengelola gaji atau pemasukan yang diterimanya dengan baik. Padahal siapa sangka, hanya dengan berinvestasi sekitar Rp 700.000 per bulan, seseorang bisa mengantongi uang hingg Rp1 miliar di kemudian hari.

Berbagai cara dalam proses pengelolaan gaji tersebut diulas dengan detail dan menarik oleh John Afifi di dalam buku berjudul Jangan Biarkan Gaji Numpang Lewat setebal 192 halaman yang diterbitkan oleh Laksana.

Secara umum buku ini mengulas tema utama yaitu bagaimana cara mengelola gaji agar tidak lewat begitu saja sehingga dapat disisihkan untuk berinvestasi. Agar lebih fokus, John membagi buku ke dalam delapan bab yang merinci sejumlah poin-poin terkait dengan persoalan keuangan yang kerap dialami oleh masyarakat, khususnya para pekerja.

Semuanya ditulis dan dijelaskan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami sekaligus dilengkapi dengan contoh konkret penggambaran nilai gaji.

Arsip Cerpen di Indonesia