Ayah juga tahu, aku tidak mungkin pulang seminggu sekali. Aku sendiri, pulang hanya enam bulan sekali. Kepulanganku pun paling lama hanya seminggu. Selebihnya aku kembali lagi.
Ayah memperlihatkan wajah buram saat aku berpamitan dan meninggalkan ikan-ikan. Hanya karena ikan-ikan, aku memunculkan ketidakenakan pada ayah. Suasananya tetap lengang. Ayah hanya menutup pintu setelah aku mengucapkan salam.
Seorang lelaki yang ditinggal istrinya sepuluh tahun silam. Dalam kesibukannya mengumpulkan batu-batu, ia membiarkan ikan-ikan berenang dan tak terawat.
Di sekitar malam pukul dua, seekor kucing telah culas memasuki rumah. Padahal pintu terkunci rapat dan tidak ada celah untuk bisa dimasukinya. Tidak kusangka, ketika ia sedang istirahat, kucing itu menjatuhkan toples dengan ikanikan.
Suara pecah toples seperti pukulan untuk dirinya. Ketika sekejap menutup mata, ia terbangun dengan sadar. Dari caranya mengusir kucing, ia memainkan bibir yang sedikit tersenyum. Terbukti dengan sapu di tangan, hanya sebagai embel-embel mengusir kucingnya. Ikan-ikan dibiarkan tergeletak dan belum sempat kucing itu memakannya.
Ia kembali memasuki kamarnya. Dan mematikan lampu yang sempat ia nyalakan dalam pengusiran kucing itu.
Ikan-ikan tergeletak lemas. Namun, tiada pertolongan darinya. Ia sungguh-sungguh mengira, aku tidak akan kembali lagi pada rumah itu. Hanya saja, untuk tahun ini, aku memang belum bisa pulang. Dan aku percaya, ikan-ikan berenang dengan asyik.
Lelaki itu melanjutkan tidurnya. Maka kembali lagi pada dunia mimpi. Begitu nyeyak rasanya, lelaki itu benar-benar membiarkan ikan-ikan itu sekarat.
“Ayah, gila ya?”
“Ayah tidak gila!”
“Kolam ikan yang dibuat ayah kemarin, tiba-tiba banyak ikan-ikan berenang. Aku lihat, ayah banyak menaruh ikan-ikan di kolam itu. Aku perhatikan, ayah tersenyum-senyum dengan ikan-ikan itu. Bahkan, gigi ayah teramat jelas terlihat.”
Namun, jangan berpikir lelaki itu membenci ikan-ikan. Kolam yang dibuatnya dengan uang hasil penjualan batu-batu menjadikan kolam yang teramat indah. Ikan-ikan berkejaran. Berenang dengan bebas, dan sedikit leluasa bernapas.
Lelaki itu tidak ingin melihat ikan-ikan terusik oleh kucing. Lelaki itu juga tak ingin mengungkit-ungkit kebenciannya kepada ikan-ikan. Saat ini, kolam ikan sangat mengasyikan.