Beltane Carbenet Sauvignon

Benar. Orang itu lagi. Pemuda yang memperkenalkan diri dengan nama Aldric, yang sudah dua tahun belakangan ini kerap datang bermaksud membeli Beltane Carbenet Sauvignon, sebotol wine spesial yang dibuat dan diberi nama sendiri oleh Beltane. Tapi Mabelle tidak akan menjualnya. Aldric seperti Beltane muda yang pantang menyerah. Bahkan Mabelle merasa ada kemiripan antara Aldric dan Beltane. Lihat mata cokelatnya yang indah dan jambang tipis yang dirawatnya. Hidung bangir itu pun milik Beltane.

Mabelle tidak tahu dari mana ia mengetahui bahwa Beltane mati meninggalkan sebotol wine Carbenet Sauvignon yang spesial. Seingatnya, tidak ada yang tahu soal wine itu. Bahkan Beltane sudah mewanti-wanti untuk benar-benar menjaganya, jangan sampai jatuh ke tangan orang lain. Kemudian Beltane bercerita tentang sejarah wine itu tercipta.

Beltane kecil sudah akrab dengan anggur dan wine. Orang tuanya adalah petani anggur sekaligus pembuat wine terkenal di Medoc di sekitaran muara Gironde, kawasan paling strategis karena dekat dengan dermaga yang menjadi lalu lintas padat perdagangan maritim. Mereka memiliki château yang cukup besar di belakang rumah. Kapal-kapal milik bangsawan Inggris yang merapat sering membawa serta wine mereka. Salah satunya adalah Lenard Carbenet Sauvignon, nama wine legenda buatan nenek moyang Beltane yang diwariskan turun-temurun. Perkebunan dan château adalah tempat bermain Beltane. Di sini ia belajar membuat wine. Kegagalan-kegagalan membuat wine tak menghentikan langkahnya. Sebaliknya, ia semakin tahu mana wine yang bagus dan tidak.

Setelah sekian banyak gagal, akhirnya ia mendapatkan hasil yang sangat memuaskan. Ia memetik dan memilah sendiri Carbenet Sauvignon dari atas bukit dan di bawah. Red wine dari anggur Carbenet Sauvignon yang menurutnya sangat enak, bahkan akan bertambah enak jika disimpan dalam waktu yang lama. Beltane menegaskan bahwa wine ini khusus ia buat untuk istrinya nanti. Dan itu adalah wine yang masih Mabelle simpan sampai sekarang.

Mendengar semua cerita itu Mabelle jadi benar-benar peduli dengan wine tersebut. Mabelle bersumpah atas nama cinta dan kesetiaan di hadapan mayat Beltane yang meninggal di umur empat puluh tahun, berapa pun orang akan menawar, ia tidak akan menjualnya. Apa pun yang terjadi!

***

Kematian Beltane karena serangan jantung adalah duka bagi Mabelle. Beltane adalah pria paling romantis yang pernah ditemui. Meski tak dikaruniai keturunan, Mabelle merasa sangat beruntung bisa menikah dengan Beltane. Mabelle ingat betul bagaimana Beltane melamar di kebun anggur yang sedang kompak berbuah. Latarnya adalah matahari sore yang malu-malu yang mengintip dari balik bukit. Di atas bukit berdiri deretan chateau yang menyimpan minuman surgawi.

Arsip Cerpen di Indonesia