Beltane Carbenet Sauvignon

Sepertinya tidak hanya Mabelle yang dirundung kesedihan, karyawan perkebunan milik Beltane pun berduka karena kehilangan majikannya yang baik. Atau mungkin takut akan nasib perkebunan, yang berarti berimbas pada nasib mereka.

Semua tahu bahwa Mabelle sama sekali tidak suka minum wine. Benar-benar sangat berbeda dengan Beltane yang begitu menggilai wine. Namun perbedaan itu tidak pernah membuat mereka bertikai. Mabelle lebih menyukai cokelat asli Bordeaux. Saat jamuan makan, orang-orang bahagia meneguk wine, sedangkan ia tetap setia dengan cokelat. Dan tidak ada yang mempermasalahkannya. Beltane pun pernah mengajaknya ke kedai cokelat terkenal milik Madame Loui yang berada di tepian Sungai La Garonne yang di depannya adalah Jembatan Pont de Pierre.

Pegawai perkebunan berangsur keluar karena tak lagi terlihat ada aktivitas produksi. Biasanya Beltane sendiri yang mengolah anggurnya, menuangkan ragi dan menyimpannya dalam tabung-tabung kayu oak yang disimpan rapi dalam château. Sekarang anggur-anggur sudah siap petik, tapi mangkrak begitu saja. Tidak ada yang bisa mengolahnya. Ada yang bisa tapi tidak berani karena takut rasanya berbeda. Sedangkan Mabelle tak bisa berbuat apa-apa.

Masih ada stok wine di chateau. Kebun anggurnya tak terawat. Bahkan banyak yang mati. Rumput liar tumbuh dengan suburnya. Mabelle mengutuki dirinya, karena tak bisa membuat wine. Sungguh Mabelle tak pernah berpikiran tentang kemungkinan-kemungkinan buruk ini, karena yang ada di pikirannya hanya bahagia bersama Beltane. Bahkan Mabelle memilih mati terlebih dahulu, daripada menanggung kesedihan ditinggal Beltane. Nyatanya takdir berkata lain.

***

Sudah tiga tahun lalu akhirnya stok wine habis. Padahal permintaan wine masih saja berdatangan. Mabelle tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu apa yang akan terjadi. Karyawan keluar semua, karena sudah tidak ada pekerjaan. Setelah itu Aldric mulai menganggu hidupnya.

Ia muncul memperkenalkan diri sebagai kolektor wine yang siap membeli Beltane Carbenet Sauvigon dengan harga mahal. Mabelle tak menyangka Aldric tahu wine itu. Mustahil. Di sini Mabelle mulai merasa apa yang dikatakan Beltane tentang rahasia adalah hal keliru. Ia merasa semakin cemas.

Arsip Cerpen di Indonesia