“Sejak kapan kau menyukai senja?” Perempuan itu melempar pertanyaan itu, saat pertama kali kau mengajaknya menonton senja di samping rumahmu.
“Sejak orang tuaku meninggal dunia. Bagiku senja tidak serta-merta keindahan yang hanya bertahan sebentar. Senja juga bisa menjadi obat untuk mengatasi kesedihan. Aku hanya melihat senja beberapa kali, lalu kesedihanku hilang,” ucapmu menerangkan. “Tetapi kemudian, saat aku tak melihat senja, rasarasanya ada yang kurang. Aku memutuskan untuk melihatnya lagi.”
“Kukira semenjak kau tak kunjung mendapatkan pekerjaan yang layak, dan akhirnya memutuskan menjadi pembuat batu-bata.”
“Kenapa kau bisa memperkirakan begitu?”
“Sebab, selain bisa seperti yang kau katakan tadi, senja bisa juga menjadi obat saat seseorang dilanda stres. Nah, stres itu bisa hadir karena tak kunjung memperoleh pekerjaan. Kau stres kan saat itu?”
“Iya, tentu saja stres.”
Seiring berjalannya waktu, ada keanehan yang muncul dalam hatimu, sebuah keanehan yang belum pernah kau rasakan sebelumnya. Hatimu seperti ditumbuhi bunga-bunga saat ia datang membawakan rantang. Ada rasa semacam tak merelakan jika ia pergi. Ada rasa ingin selalu bersamanya setiap saat. Mungkin ini yang orang-orang sebut sebagai jatuh cinta, batinmu.
Semakin hari, rasa itu semakin menebal. Seperginya di pagi hari, dan menunggu sore datang, terasa begitu lama bagimu. Tebersit di benakmu, mengemukakan perasaanmu padanya. Hanya saja kau selalu merasa tidak pantas untuk mendapatkannya. Namun pada suatu hari kau mempunyai tekad kuat, seiring semakin menebalnya rasa itu. Kala pagi datang, kau sudah begitu siap.
Namun hingga menjelang siang, ia tak muncul. Sore pun ia tak muncul. Sembari was-was—padahal alasan muncul rasa itu belum jelas— kau bertanya, kenapa ia tak datang? Hari berikutnya pun ia tak datang, hingga berhari-hari kemudian, hingga berganti musim. Ia tak kunjung datang. Kau begitu merindukan. Diam-diam kau menyesal tak cepat menyampaikan perasaanmu. Bagaimana jika ia menjadi milik seseorang? Tanyamu khawatir.
Suatu hari, setelah kau menyelesaikan pekerjaanmu di sore hari, kau dibuat kaget oleh kedatangannya.