Terompa Galuak Buatan Atuk

Rocky yang dibangunkan langsung mengucek matanya. “Lho, sudah subuh ya, Atuk? Maafkan aku ya Atuk jika terlalu lelah dan lelap. Apalagi tadi malam hujan turun sangat deras.”

“Ya sudah kita langsung saja ke surau nanti Subuhnya telat.”

Rocky pun mengangguk. Ia lantas masuk ke kamar kecil untuk berwudhu lebih dulu. Selesai itu baru ke surau.

Usai subuhan Atuk Bahar dan Rocky pun melanjutkan ke kebun. Dengan badan yang menggigil Rocky pun mengekori Atuk dari belakang. Maklum pagi itu sangat dingin dan bau embun masih sangat menyengat tercium ditambah Rocky tidak bawa jaket.

“Ky…, Rocky!” ucap Atuk memanggil Rocky pelan.

Tapi Rocky yang dipanggil tidak menyahut. Akhirnya Atuk menoleh ke belakang ternyata tidak ada Rocky. Atuk pun kelimpungan. Ia khawatir Rocky tersesat.

“Atuk, aku di sini! Aku di bawah pohon durian! Aku menemukan durian yang sudah masak. Hmm, harummm…,” Rocky memekik kencang sambil melambaikan ke arah Atuk.

“Rocky!”

“Iya, Atuk! Aku di sini! Maafkan aku ya Atuk sudah membuat Atuk khawatir!”

Atuk Bahar yang dipanggil Rocky pun menghampiri. Namun sebelum Atuk sampai menghadap Rocky ada sesuatu yang jatuh. Bunyinya sangat keras.

Brakkk!

“Apa itu, Atuk?” tanya Rocky terkejut.

“Coba kamu lihat sana, Ky!”

“Siap!”

Semalam hujan turun sangat deras. Akibatnya banyak sebagian buah yang jatuh dari pohonnya. Seperti saat itu yang Rocky temukan di kebun. Ia menemukan durian jatuh yang sudah masak. Bukan hanya itu saja banyak pula batang pohon yang tumbang.

“Hanya batang pohon mangga yang patah, Atuk!” Rocky memberitahukan pada Atuk.

“Ya, sudah kita bawa pulang saja!”

“Kenapa di bawa pulang, Atuk?”

“Nanti kamu akan tahu sendiri.”

Rocky pun menuruti ucapan Atuk. Akhirnya karena matahari pagi sudah tampak mereka pun kembali pulang ke rumah. Apalagi perut Rocky sudah keroncongan.

Arsip Cerpen di Indonesia