Rocky pun bergegas kembali ke rumah Atuk sambil semangat membawa hasil dari kebun. Walaupun Rocky masih kecil tapi tenaganya kuat untuk membawa apa yang didapat dari kebun.
Setiba di rumah ternyata Ande sudah menyiapkan nasi goreng dan teh hangat untuk sarapan pagi. Rocky yang melihatnya pun langsung senang.
“Nanti seusai sarapan pagi ikut Atuk ke belakang rumah ya, Ky,” Atuk memberi pesan pada Rocky sebelum sarapan pagi.
“Siap, Atuk!”
Seusai sarapan pagi akhirnya Rocky ke belakang rumah. Ternyata di sana Atuk sedang membuat sesuatu dari batang Pohon Mangga yang didapat di kebun.
Dan tidak butuh lama…Taraa…, jadilah sebuah terompa galuak. Sandal yang mirip dengan bakiak. Sandal yang terbuat dari kayu.
Rocky yang melihatnya pun takjub. Ternyata kakeknya bisa ‘menyulap’ batang Pohon Mangga yang tumbang karena hujan deras kini menjadi sesuatu yang sangat unik. Menjadi sesuatu yang bermanfaat. Menjadi sandal kayu.
“Atuk, ini apa namanya?” tanya Rocky.
“Ini namanya terompa galuak. Begitu orang minang bilang di sini! Seperti bakiak,” atuk menjelaskannya.
“Oya, aku pernah melihatnya di internet, Atuk! Tapi aku tidak pernah melihat secara langsung. Jadi baru kali ini aku bisa lihat langsung!” Rocky memberitahukannya. “Tunggu dulu, Atuk! Aku mau foto dulu. Mau aku upload di instagram,” lanjut Rocky.
Akhirnya Rocky memoto terompa galuak itu lalu menguploadnya ke media sosial itu. Dan tidak berlama kemudian Zul teman sekelasnya menghubungi Rocky lewat ponsel.
“Ky, itu unik sekali! Kamu bawa saja untuk tugas kelompok kita! Tugas SBK sesuai dengan tema memanfaatkan barang yang tidak layak menjadi barang berguna untuk semua orang. Bagaimana dibawa ya?” pesan Zul dari balik ponselnya.
“Iya, nanti aku tanya sama kakekku dulu, ya, Zul!” tukas Rocky.
“Oke, sampai besok ya. Hari ini kamu pulangkan? Ingat besok sudah masuk sekolah,” lanjut Zul memberitahukan.
“Oh, iya aku lupa! Besok sudah masuk ya? Baiklah Zul semoga kakekku bisa mengizinkannya.”
“Sip!”