Yang paling gembira dari kejadian di kantor kejaksaan ialah para wartawan. Dengan segera, berita-berita panjang diturunkan. Beberapa koran malah menelisik riwayat Dewi Sri. Beberapa media lain menunjukkan bukti-bukti akurat bahwa Dewi Sri sesungguhnya bermastautin di Gunung Arjuna.
Sekitar dua minggu setelah peristiwa di kantor kejaksaan, sepuluh truk menderu memasuki kampung Ali dan berhenti tepat di depan balai desa. Beberapa orang turun dari truk dan membongkar muatan: berton-ton beras.
Ali yang pertama mendekati orang-orang asing yang sedang bekerja itu dan bertanya siapa pemilik beras-beras tersebut. Seorang dari mereka menjawab singkat: beras-beras ini ganti rugi dari Dewi Sri untuk penduduk kampung.
Tentu saja kita tak percaya bahwa beras-beras itu berasal dari Dewi Sri. Kenyataannya, ada seorang pengusaha cat di Mojokerto sekaligus penggemar cerita rakyat, tertawa terpingkal-pingkal saban membaca berita tentang kejadian di kantor kejaksaan.
Yasien, nama pengusaha cat itu, memutuskan mengkliping semua berita tentang tuntutan terhadap Dewi Sri tersebut. Berita-berita tersebut akan menjadi koleksi berharga bagi museum.
Suatu hari pencerahan hinggap di kepalanya. Ia memerintahkan anak buahnya untuk mengirim sejumlah truk penuh beras ke kampung tersebut dan mengatakan kepada penduduk kampung bahwa beras-beras itu berasal dari Dewi Sri. Yasien tersenyum membayangkan respons penduduk kampung tersebut, juga respons wartawan begitu mengetahuinya.
Yasien, si pengusaha cat sekaligus pemilik museum folklore di Jalan Pejatilan tidak pernah menyangka bahwa ketika semua beras telah diturunkan di balai desa, Ali akan bertanya soal beras itu dan berteriak murka saat mendengar jawabannya. “Bagaimana bisa? Ini hanya untuk kerugian satu kali masa panen. Tolong sampaikan ke Dewi Sri, beliau masih berutang dua kali kerugian masa panen kepada kami!” (M-2)
Dadang Ari Murtono, lahir dan tinggal di Mojokerto, Jawa Timur. Bukunya yang sudah terbit antara lain Ludruk Kedua (kumpulan puisi, 2016) dan Samaran (novel, 2018). Saat ini bekerja penuh waktu sebagai penulis dan terlibat dalam kelompok suka jalan.