Keesokan harinya, Sisil berangkat sekolah. Di perjalanan, tiba-tiba nenek yang dibantu menyeberang oleh Sisil datang dan memberikan Sisil sebuah bando yang manis.
“Terima, ya Neng,” kata nenek itu.
Sesampainya di sekolah, Sisil diberi sambutan hangat dari murid laki-laki.
“Terima kasih, ya Sil. Berkat bola karet kamu, kami berhasil menjuarai lomba bola! Kami malahan menang lomba dari anak kelas V! Terimalah bola karet ini, ya!” sambut Andy.
Andy memberikan bola karet berwarna pink, warna kesukaan Sisil.
“Terima kasih,” kata Sisil ragu.
Ketika berada di kelas, Felicia datang dengan membawa uang.
“Terima kasih, ya untuk kemarin. Ini, kuganti 2 kali Jipat! Rp 10.000!” seru Felicia.
Sisil bingung dengan kejadian hari ini. Tapi, ya sudahlah.
Ketika pulang, kejutan kembali datang kepada Sisil. Sisil ditawari bernyanyi duet bersama Amikko, artis cilik terkenal. Ternyata, anak yang ditolong dari anjing itu adalah Amikko. Pantas saja, mukanya tak asing lagi bagi Sisil. Akhirnya, pada hari Minggu, Sisil dan Amikko berduet bersama di stasiun televisi terkenal. Sisil juga mendapat penghargaan. ***
Dhaffina Zaskhia Somantri. Kelas V SDN 261 Margahayu Raya, Jalan Cidurian Selatan No 13, Bandung.