Siput yang Pemaaf

Hujan masih terus mengguyur bumi. Di dalam goa, dua ekor belalang berbeda warna itu kian tersiksa rasa lapar. Saat mereka nyaris pingsan karena rasa lapar yang kian melilit perut, tanpa mereka sadari, seekor siput datang dengan membawa makanan yang ditaruh di atas punggungnya yang kokoh.

Belalang hijau dan belalang cokelat merasa sangat malu dengan kebaikan siput putih yang biasa mereka remehkan. Dalam hati, mereka sangat menyesal karena selama ini sering menghina bangsa siput. Dengan lahap, kedua belalang itu menyantap makanan pemberian siput yang memiliki rasa peduli tinggi pada sesama.

“Put, terima kasih banyak atas pertolongannya. Maafkan segala kesalahan saya selama ini,” ucap belalang hijau dengan raut penuh penyesalan.

“Saya juga minta maaf karena selama ini sering menghinamu,” sahut belalang cokelat dengan suara lirih.

Siput pun memaafkan kesalahan belalang. Tak hentinya ia bersyukur dalam hati, karena belalang akhirnya menyadari kesalahannya. (***)

Arsip Cerpen di Indonesia