Kucing Pak Haji

“Jangan menuduh seseorang tanpa adanya bukti yang kuat.”

Fadil dan Rifki sontak saling berpandangan. Mereka pun mendesah. Memohon ampun kepada Allah karena telah menuduh Mak Iyang pelaku atas hilangnya sandal-sandal jamaah masjid setiap kali melaksanakan shalat Jumat.

Ketiganya pun kembali terdiam. Sibuk dengan pikiran masing-masing. Menebak-nebak segala kemungkinan yang bisa saja terjadi. Dan tetap saja mereka tak dapat menjangkau lebih jauh tentang siapa pelaku sesungguhnya sebelum adanya bukti yang jelas.

“Jumat besok aku akan menyelidiki masalah ini,” ujar Zul optimis.

“Semoga pelakunya segera terungkap, Zul.”

“Ya, semoga saja,” sahut Zul mengangguk mantap.

Langit telah gelap. Mereka pun pulang membawa misteri hilangnya sandal-sandal jamaah masjid yang belum juga terpecahkan.

***

Jumat berikutnya, Zul benarbenar menepati janjinya. Dia tidak ikut shalat Jumat seperti biasanya. Mulanya Kiai Somad melarang keras penyelidikannya. Akan tetapi, Zul mengutarakan alasan yang masuk akal dan bisa diterima oleh Kiai Somad. Akhirnya, guru mengaji di kampungnya itu mengizinkan.

Zul bersembunyi di balik tembok toilet masjid. Dari sana dia bisa mengamati dengan jelas kalau ada seseorang yang hendak mencuri sandal milik jamaah. Hingga khatib selesai menyampaikan khutbahnya. Zul tidak juga menemukan adanya gerak-gerik yang mencurigakan. Dan pada saat orang melaksanakan shalat Jumat. Dia sudah tak tahan lagi menahan air kencing yang rasanya sudah menumpuk. Terpaksa dia pergi ke toilet barang sebentar untuk kencing. Dan setelah berhasil mengeluarkan air kencing, dia kembali mengamati keadaan sekitar.

“Aman,” batinnya bernapas lega.

Usai shalat. Fadil dan Rifki langsung menghambur ke tempat persembunyian Zul.

“Gimana, Zul? Ketemu pelakunya?” tanya Fadil penasaran.

“Aku pastikan sandal jamaah kali ini aman,” ujar Zul yakin.

“Alhamdulillah. Kalau begitu ayo kita pulang. Bude menyuruhku memanen jambu air di pekarangan rumahnya. Katanya mau dibuat rujak.”

“Wah, segar tuh. Ayo,” kata Zul penuh semangat.

Arsip Cerpen di Indonesia