Di sisa-sisa napas, saya berusaha berpesan kepadamu yang semoga disampaikan oleh langit. Jangan putus asa menjalani kehidupan! Nyawa hanyalah titipan Tuhan. Hari ini saya terbunuh, namun tidak benar-benar mati. Saya masih ada di kehidupan kalian, bersemayam dalam jiwa anak-anak kita.
Tulus La Mbuna, lahir di Muna, Sulawesi Tenggara, pada 11 Juni 1997. Saat ini tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin. Kontak pos-el : restutuluslestari@gmail.com.