Membakar Setan

“Sepertinya aku selalu dan terus dikejar-kejar banyak setan yang hendak membunuhku. Setan-setan itu sepertinya tidak rela jika sampah yang menjadi kesukaannya selalu aku bakar setiap hari,” ucap Bardi seperti masih dinaungi rasa takut.

Warga pun kemudian membawa Bardi pulang ke rumahnya. Di dalam hatinya mereka merasa amat heran dengan segala keanehan yang telah dialami oleh Bardi.

 

*) Catatan: Gedek adalah dinding rumah yang terbuat dari anyaman bilah bambu.

 

Irul S Budianto, lahir di Boyolali, 22 Juli. Selain cerpen, ia juga menulis puisi dan esai. Tulisannya tersiar di sejumlah media. Kini ia tinggal di Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah.

Arsip Cerpen di Indonesia