Malam itu Anwar kembali terlelap, tapi dalam tidurnya ia bermimpi diperlihatkan malam seribu bulan. Saat di bangunkan sahur, ia bergegas menemui ustaz Halim.
“Saya bermimpi bertemu malam seribu bulan.”
“Subhanallah, mimpi yang indah.”
Pagi itu hari terasa begitu menyejukan dan matahari bersinar keperakan sebagaimana cahaya rembulan.
Indramayu, 2017
Faris Al Faisal lahir dan tinggal Indramayu, Jawa Barat, Indonesia. Bergiat di Dewan Kesenian Indramayu (DKI) dan Forum Masyarakat Sastra Indramayu (FORMASI). Menulis fiksi dan nonfiksi. Karya fiksinya adalah novel Bunga Narsis Mazaya Publishing House (2017), Antologi Puisi Bunga Kata Karyapedia Publisher (2017), Kumpulan Cerpen Bunga Rampai Senja di Taman Tjimanoek Karyapedia Publisher (2017), Novelet Bingkai Perjalanan LovRinz Publishing (2018), dan Antologi Puisi Dari Lubuk Cimanuk Ke Muara Kerinduan Ke Laut Impian Rumah Pustaka (2018). Sedangkan, karya nonfiksinya, yaitu Mengenal Rancang Bangun Rumah Adat di Indonesia Penerbit Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2017). Puisi, cerma, cernak, cerpen, dan resensinya tersiar berbagai media cetak dan online . Tulisan lainnya terhimpun dalam antologi puisi dan cerpen bersama.