Aku ingat pesta itu diadakan untuk merayakan kemenangan perusahaan kami atas sengketa tanah tempat kami akan membangun pabrik dan perkantoran. Aku menjadi bagian dari kemenangan itu, karena akulah yang ditugaskan menyusup ke masyarakat untuk menggali informasi. Masa depanku cerah; aku sudah dijanjikan promosi jabatan. Membayangkan itu dan menemukan kenyataan kereta kuda ini akan membawaku ke laut, aku berpikir untuk melompat saja. Namun baru saja hendak melompat, aku seperti tersengat listrik. Lelaki tegap dalam kereta menyentuhkan ujung tombak ke pundakku. Seluruh pemandangan jadi hijau, mengisap tubuhku, hingga kurasakan diriku tenggelam dan tak ingat apa-apa lagi. (28)
Kekalik, 2019
Kiki Sulistyo meraih Kusala Sastra Khatulistiwa 2017 untuk kumpulan puisi Di Ampenan, Apalagi yang Kau Cari? dan tokoh seni Tempo 2018 bidang puisi untuk buku Rawi Tanah Bakarti. Kumpulan cerpennya Belfegor dan Para Penambang (2017).