Pria dan Temannya di Dalam Rumah

Pukul tiga pagi dalam sebuah peristiwa yang tak pernah diinginkan keluarga maupun manusia mana pun di muka bumi ini, rumah mereka dilahap si jago merah.Semua harta benda di dalam rumah tersebut raib dilahap amuk kan si jago merah yang mengamuk mengobarkan kemurkaannya.

Lebih memilukan anak sulung dari si pria setengah baya tak berhasil menyelamatkan diri dari kepungan si jago merah. Sedangkan istri, anak bungsu dan si termasuk si pria setengah baya mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.

Yang lebih membuat si pria nyaris berkata kasar pada insiden tersebut adalah responsif dari para manusia yang sebenarnya tidak layak lagi disebut sebagai manusia. Mereka lebih mengeksplor tenaga dan kekuatan mereka demi mendapatkan  gambar yang bagus beserta rekamannya dari kobaran si jago merah.

Mereka bak menganggap itu semua sebagai pertunjukan air terjun di  lembah pariwisata. Memang usaha mereka berhasil paska kejadian itu, banyak beredar rekaman dari peristiwa si jago merah tadi.

Dari si jago merah yang beratraksi pada hari itu, juga membangkitkan si jago merah lainnya dalam hati pria setengah baya berupa dendam kesumat kepada manusia yang tak punya hati tersebut.Ia tidak menyesali atas kepergian anak sulungnya. Mungkin sudah suratan, namun sedih hatinya saat semua musibah yang dialaminya lebih condong dilihat sebagai tontonan sirkus bagi mereka.

Apalagi dendam makin membara saat beberapa hari paska kejadian itu istri dan anaknya dinyatakan tak selamat dari amukan si jago merah. Luka mendalam, amarah menari ria hendak membenamkan si pria dalam kepu tusasaan. Hingga pada suatu malam gelap saat ia memutuskan menghabisi nestapanya, hadirlah seekor kucing bersama anaknya yang tampaknya baru dilahirkan seolah sedang meminta tolong agar menyelamatkan hidup mereka.

Kesadaran si pria pun bangkit, dan paska kejadian itu si pria mulai mengarungi kisah baru dalam hidupnya.Ia mulai menata hidupnya kembali. Bersama kucing tadi, mereka adalah teman sehidup semati sejak saat itu.(*)

Arsip Cerpen di Indonesia