“Kamu enggak salah sama aku, kok. Kamu harusnya minta maaf sama Anton. Kamu sudah menuduhnya.”
“Maafkan aku ya, Anton.”
Rio mengakui kesalahannya. Anton pun memaafkan.
“Jangan menuduh orang sembarangan lagi, ya?”
Rio mengangguk. Semuanya saling memaafkan dan kembali rukun. (49)