Dialog di Antara Pintu

Pagi itu semua benar-benar terjadi dan memang sedikit mustahil kejadiannya akan menjadi selain itu. Seseorang, entah siapa mengetuk pintu dari luar, pagi-pagi sekali, ingin masuk ke dalam kamarku, dan konon sedang membawa kabar duka. Ia tak pernah menyebut nama; namanya sendiri atau nama untuk kabar duka itu. Tapi yang pasti, juga di pagi itu, sekitar pukul 9 seorang kawan lama tiba-tiba mengirim pesan kepadaku: Aku punya firasat, kita harus melanjutkan mengungkap orang-orang yang hilang pada 98.

Firasat itu, apakah muncul tiba-tiba? (*)

 

Haryo Pamungkas, lahir di Jember, Jawa Timur. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNEJ. Cerpennya terpercik di media cetak dan online.

Arsip Cerpen di Indonesia