Odi Ingin Menjadi Hafiz

Saat Odi membuka matanya, di tangannya terlihat formulir pendaftaran yang sudah ditandatangani Bunda. Bunda akhirnya mengizinkan Odi ikut “Lomba Hafiz Tingkat SD” di sekolahnya.

Odi lantas memeluk Bunda. “Terima kasih ya Bunda sudah mengizinkan aku ikut lomba ini. Doakan aku ya Bunda agar bisa seperti Musa, hafiz cilik yang sudah berkeliling dunia itu. Makanya aku terus tadarus Al Quran dan menghafal surat-surat pendek,” ungkap Odi.

“Iya, Bunda selalu mendoakanmu, Sayang! Semangat ya untuk esok lombanya. Kamu yakin pasti bisa seperti hafiz-hafiz cilik itu. Karena Bunda sudah melihat kesungguhanmu.”

Odi lagi-lagi terharu mendengar ucapan Bunda. Ia kembali memeluk dengan erat sambil melihat kembali formulir pendaftaran lomba hafiz itu di tangannya. Ia pun berjanji akan memberikan yang terbaik untuk Bunda maupun sekolahnya. Apalagi menjadi hafiz cita-cita Odi yang selama ini diimpikannya.

Odi pun jadi tidak sabar menunggu esok mengikuti lomba hafiz tingkat SD. Menjadi hafiz sebentar lagi sudah ada di hadapanya. Dan sore itu menjadi hari yang sangat membahagiakan Odi. Itu terlihat ia selalu melihat formulir yang dipegangnya itu berkali-kali. (***)

Arsip Cerpen di Indonesia