Apa lagi jika disantap hangat-hangat. Gula di dalamnya seakan menghantam langit-langit mulut kita.
“Hmmm…enaaakk…itu saja, Bu! Ya, Bu, iya, itu saja!” kata Uva dengan wajah bahagia.
Kue onde-onde di Minangkabau merupakan sejenis makanan yang terbuat dari gabungan tepung beras dan tepung ketan. Biasanya berbentuk bulat dan berwarna hijau. Di daerah lain biasa disebut klepon. Rasa makanan ini kenyal, gurih, dan tentunya manis. Jelas tak terbayangkan oleh Uva betapa nikmatnya makanan buatan ibunya itu.
Terlebih Uva sangat me nyukai gula merah yang menjadi isian on de-onde tersebut.
Setelah berdiskusi, ak hirnya ibu menetapkan takjil yang akan dibawa Uva adalah resep rahasia mamanya, yang ia beri nama
“Onde-Onde Mama Wir”. Sibuklah ibunya mem persiapkan peralatan untuk membuat takjil tersebut. Sembari memasak ibu menasehati Uva tentang makna berpuasa.
“Va ingat ya, nak. Puasa itu bukan hanya tentang haus dan lapar. Tapi juga tentang beramal baik, kalau Uva tidak beramal baik nanti puasanya kurang mendapat berkah.”
“Siap, Ma! Uva akan ingat nasehat mama,” Uva menjawab dengan semangat.
Keesokan harinya. Hari yang ditunggu-tunggu tiba. Acara dimulai sebelum azan magrib berkumandang. Namun apa yang terjadi. Uva malah datang terlambat dalam acara buka bersama di sekolahnya.
Uva pun memutuskan berangkat setelah shalat magrib terlebih dahulu. Lalu, barulah Uva lekas berangkat ke sekolah yang tidak jauh dari rumahnya.
Tiba-tiba di tengah perjalanan, Uva melihat seorang anak seumuran dengannya. Anak tersebut sedang duduk sambil berbuka puasa. Saat dihampiri, Uva pun kaget karena anak tersebut hanya berbuka dengan sebotol air putih. Uva berniat memberikan takjil spesialnya kepada anak tersebut. Tetapi ia takut dituduh sebagai pembohong oleh temannya, Shintia. Setelah beberapa saat berpikir, Uva teringat pesan ibunya, puasa itu bukan hanya tentang haus dan lapar, tetapi juga tentang beramal baik. Tanpa memikirkan cemooh yang akan didapatnya dari Shintia, ia mendekati sang anak lalu memberikan tak jilnya.
“Teman, saya lihat kamu hanya berbuka dengan air putih. Ini saya punya takjil spesial buatan ibu. Saya harap kamu suka,” ujar Uva sambil tersenyum.
“Terimakasih ya, teman. Semoga kamu dan ibumu ditambahkan rezekinya,” ucap sang Anak.