Sepotong Es Tube di Bulan Ramadan

Dalam perjalanan, hati dan pikiran Muhaimin tidak karuan. Benar tenggorokannya gembira karena dahaga sudah menghilang, namun hatinya merasa tidak tenang lantaran perbuatannya itu. Ia sadar dengan perbuatannya barusan, bahwa itu termasuk tindakan mencuri. Ia mendapatkan dosa dua sekaligus; dosa mencuri dan dosa membatalkan puasa. Ia ingat betul, bahwa ibunya pernah berpesan untuk tidak makan barang haram. Dan kini, ia telah melanggar peraturan ibunya itu. Tubuhnya sudah dimasuki barang haram. Air es itu akan mengalir menjadi darah di dalam tubuhnya, serta menjadi daging. Seluruh tubuhnya berarti menjadi haram.

Muhaimin meneteskan air mata lepas menceritakan pengalaman buruknya. Ia berpesan pada sosok lelaki separuh baya itu untuk tidak menceritakan pada siapa pun perihal pengalamannya. Istrinya pun tidak pernah tahu. Lalu, ia pamit untuk melanjutkan perjalanan.

Sampai di bawah pohon jati. Warga desa sudah menunggu dengan wajah riangnya. Muhaimin menutupi wajah lemasnya dengan senyuman,  menyembunyikan tubuhnya yang kurang enak badan. Di sela-sela memberikan sepotong es tube, orang-orang ramai membicarakan sosok lelaki separuh baya yang terbiasa muncul tiba-tiba dan hilang dengan tiba-tiba. Celurit dan karung yang berisi rumput menjadi benda kesayangannya. Wajahnya oval, badannya tinggi, kepalanya ditutupi oleh tudung berwarna merah.

Menurut cerita orang, itu adalah salah satu wali Allah yang hanya mau bertemu dengan orang-orang tertentu, ada yang percaya dengan cerita itu, ada juga yang masih meragukan kebenarannya. Setelah Muhaimin genap mendengarkan cerita dari orang-orang, ia jadi percaya bahwa orang yang baru saja ditemuinya di tengah jalan itu adalah orang yang diceritakan oleh warga desa yang menerima sepotong demi sepotong es tube. Muhaimin mengembangkan senyum, hati bersyukur karena dipertemukan dengan kekasih Allah. ■

 

Fitria Sawardi. Penulis merupakan pegiat literasi dan pembina komunitas kepenulisan sastra “laskar pujangga”. Sekarang kesibukannya mengajar di SMP Islam Sabilillah Malang.

Arsip Cerpen di Indonesia