Lebaran di Perantauan

Nyonya terdiam. Di wajahnya tersirat kegundahan yang sulit diutarakan. Dia tahu tidak mudah mendapatkan pekerja yang bisa mengerjakan dan bertanggung jawab penuh dengan semua pekerjaan di sini. Apalagi, menghadapi nenek yang sudah pikun dan seperti anak kecil.

“Baiklah Ana, aku akan mengizinkanmu beribadah dan memberimu libur sebulan sekali agar kau bisa bertemu dan beradaptasi dengan orang Indonesia lainnya. Oiya … bukankah hari ini adalah lebaran untuk agamamu? Aku tahu dari melihat berita, yang menyiarkan umat Muslim merayakan hari raya, setelah tidak makan selama tiga puluh hari,” ucap nyonya panjang lebar, “kamu boleh libur hari ini. Keluarlah untuk bertemu sesama orang Indonesia.”

Aku berjingkat bahagia, kupastikan jika ini bukanlah mimpi. Kutampar pipi kananku ternyata sakit. Mimpi apa aku semalam, tiba-tiba Nyonya memerintahkanku keluar untuk libur dan merayakan lebaran bersama teman-teman. Ada rasa haru yang menyeruak, tanpa sadar aku melonjak kegirangan seraya meraih tangan nyonya dan menciumnya. Terlepas aku di sini sebagai pekerja, tapi ialah wanita pertama yang memahami ketika pertama aku datang kemari tanpa pengalaman kerja sebagai pembantu. Nyonya yang mengajariku mengoperasikan mesin cuci dan alat-alat elektronik lainnya, ia juga memberikan buku belajar Mandarin sekaligus kaset. Sehingga, setelah selesai semua pekerjaan, aku bisa belajar bahasa sembari mendengar percakapan di kaset.

“Terima ksih, Nyonya. Kau jadikan aku bagian dari keluarga ini,” ucapku.

 

Taipei, 21 Mei 2019

 

Catatan:

(1) Tempe semangit = tempe yang sedikit busuk karena sudah terlalu lama

(2) Tandur = Buruh menanam padi

(3) Ngasag = Mencari sisa jagung yang sudah diambil pemiliknya.

 

Eti Nurhalimah, BMI sekaligus mahasiswa Sastra Inggris di UT Taiwan. Peraih juara ke-3 VOI Award RRI  2017, Juri Award Taiwan Literature Award Migran (TLAM)  2017 di  Taiwan, dan juara ke-1  lomba menulis cerpen Inspiratif Forum Pelajar Muslim Indonesia Taiwan (FORMMIT) 2018. Penulis dapat disapa melalui etimelati18@gmailcom.

Arsip Cerpen di Indonesia