Legong Bulan

Raja makin sekarat. Di sebuah banjar penari, wanita-wanita menarikan legong dengan bebas sampai malam hari. Namun tak ada yang seperti Bulan. Ia mencari-cari wajah Bulan. Bulan Trisna Kinaryoshi yang anggun, bak peri dengan wajah selalu bercahaya. Penari-penari memekik, tercekat, ketika sang raja terjerembap dari kursi, tak bangunbangun lagi.

Bulan telah pergi dari langit. Seperti kepergian Bulan Trisna Kinaryoshi di langit kosong menjelang pagi. (28)

 

Catatan:

* Legong dari kata “leg”, gerak tari yang lentur, dan “gong”, gamelan.

* Tabuh Semar Pagulingan: gamelan klasik Bali.

* Biang legong: ibu legong.

 

Ganda Pekasih pernah jadi editor fiksi Majalah Anita Cemerlang, pernah jadi anggota PWI Jaya hingga anggota muda. Buku cerpennya Bidadari-bidadari Bumi dan Maha Suci Cinta-mu. Saat ini berdomisili di Bogor.

Arsip Cerpen di Indonesia