Pernah kuceritakan perihal mimpiku pada istriku. Ia bersikukuh kalau semua itu adalah fitnah ujian untukku.
“Jangan Bang Zain percaya pada mimpi itu. Barangkali mimpi itu adalah perangkap setan untuk menguji keimanan seseorang.”
Aku pun berharap demikian. Tetapi kematian demi kematian dari mimpi-mimpiku membuatku was-was, ngeri dan takut untuk bermimpi lagi.
Namun, obat penenang dan vitamin dari dokter Rafi telah aku minum. Bahkan sebelum minum resep itu aku telah salat dan melafalkan doa sebelum tidur. Barangkali seperti apa yang diucapkan istriku itu hanyalah permainan setan belaka.
Pengaruh obat dan vitamin yang diberikan dokter Rafi ternyata berbuah. Diam-diam rasa kantuk menyerangku, demikian dahsyat dan aku mulai terpejam, gelap, lelap dan senyap bersama desahan napas istriku.
Esoknya aku terbangun saat suara ayam jantan berkokok-kokok dan ayam betina berkotek-kotek. Dan aku terkejut, mendapatkan istriku tak ada di sampingku.
“Kalena, Kalena, Kalena,” teriakku sambil mencarinya ke kamar lain dan ruangan seisi rumah.
Aku bahagia sampai mengelus dada. Kutemukan Kalena sedang tersungkur dalam sujudnya. Setelah menunggu Kalena melepas salam kedua, kupeluk tubuhnya dengan erat.
“Kalena, Kalena, Kalena,” ucapku terharu.
“Ada apa, Bang?” Suaranya kedengaran bingung.
“Ah, sudahlah. Tak ada apa-apa, aku hanya ingin memelukmu dan mengelus anakku dalam perutmu.”
Dengan raut muka yang masih ditandai tanda tanya, Kalena tersenyum dan membalas pelukanku. Dalam ucapan hamdalah yang kuucap berulang-ulang, kusyukuri peristiwa yang kutakutkan itu tak terjadi pada keluargaku. Setelah itu, aku bisa tidur dan tak pernah bermimpi buruk lagi. []
Indramayu, 2018
Faris Al Faisal lahir dan tinggal Indramayu, Jawa Barat, Indonesia. Bergiat di Dewan Kesenian Indramayu (DKI) dan Forum Masyarakat Sastra Indramayu (FORMASI). Karya fiksinya di antaranya novella Bunga Narsis (Mazaya Publishing House, 2017), Antologi Puisi Bunga Kata (Karyapedia Publisher, 2017), Kumpulan Cerpen Bunga Rampai Senja di Taman Tjimanoek (Karyapedia Publisher, 2017), Novelet Bingkai Perjalanan (LovRinz Publishing, 2018), dan Antologi Puisi Dari Lubuk Cimanuk Ke Muara Kerinduan Ke Laut Impian (Rumah Pustaka, 2018). Karya non fiksi Mengenal Rancang Bangun Rumah Adat di Indonesia (Penerbit Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017). Puisi, cerma, cernak, cerpen dan resensinya tersiar berbagai media cetak dan online, lokal, nasional, hingga negeri Jiran.