Sepeda Biru dari Ibu

Sesampai di depan halaman rumah, dibawah pohon rambutan ada satu sepeda yang berwarna biru terparkir yang tertutup dengan plastik putih.

“Sepeda baru, terimakasih ibu, ibu sudah membelikan untukku. Aku senang sekali, aku bisa bermain sama teman-temanku lagi di lapangan.” Ujarku bahagia.

“Iya nak, tapi kamu harus tetap bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepadamu. Jika kamu sudah memiliki sepeda baru ini, kamu jangan sombong dan angkuh ya nak, kamu juga jangan bawanya sepeda kencang-kencang, harus hati-hati.” Pinta Ibu

Rara memeluk ibu dengan erat sambil berkata dalam hati. Terimakasih Tuhan memberi aku Ibu yang sabar dan baik hatinya. ***

Arsip Cerpen di Indonesia