Diskusi Mata Hijau

Di panti itu, ia melihat siklus paling senja dari batang usia. Ia melihat mata sayu yang memendam rindu, melihat kesepian, kesendirian, terasingkan, dan berbagai cara untuk menemui satu titik, bahagia. Orang-orang yang berpayah mengejar impian terakhir mereka, khusnul khatimah. Menambal segala kekosongan masa muda, mengeja alif baa taa dengan kepandaian yang tersisa.

Panti itu, menjadi tempatnya berpijak untuk berbenah. Menyongsong ujung perjuangan.

Ia merasa ada Ilham di setiap napasnya, ilham tentang ikhtiar dan pengabdian pada Tuhan meniti garis perjalanan hidup sebelum tiba di perbatasan hayyu wa mumit.

 

22 Mei 2019

Kwai Fong, New Territories, Hong Kong

Wiji Lestari. Penulis adalah pemenang VOI Sastra Award (RRI) 2018.

Arsip Cerpen di Indonesia