Kegembiraan yang Berguguran

Dari kawasan rumah itu, terlihat seseorang keluar membuka dan menutup pintu pagar tanpa terburu-buru. Mereka bertiga yang sedang menjemput pandangannya pun segera mengenalinya. Nova, anak yang membawa kantong bening berisi sesuatu yang tempo hari mereka dapatkan itu, teman sekelas mereka. ”Nov, bagaimana kamu bisa mendapatkan banyak mangga dari rumah itu?” tanya Alina mewakili keheranan mereka bertiga. ”Tentu saja, itu adalah rumah pamanku. Aku tadi mampir sebentar dan paman memberiku oleh-oleh sebanyak ini. Kalian mau?” sahut Nova sembari menyodorkan sekantong penuh mangga.

“Sial!!!” seru Alina, Alan, dan Aldi kompak sembari menatap satu sama lain.

Angin bertiup cukup kencang sesekali. kegembiraan mereka berguguran bersamaan daun-daun yang berserakan di tengah jalan. Tujuan mereka senyatanya bisa diraih dengan cara yang sederhana. Tanpa dosa-dosa tentunya.

 

Muhammad Nur Iskandar, lahir di Boyolali, 18 Oktober 1995. Kini mukim di Ngemplak, Boyolali.

Arsip Cerpen di Indonesia