Maafkan Tak Hormatku Pahlawan

Mayat itu kemudian dengan disaksikan oleh beberapa orang penting di daerahnya, termasuk  Bupati dan tokoh masyarakat, diupacarai secara beradab di taman makam pahlawan yang luas dan megah itu.

Maka sebelum kedatangan sang jenderal, di Taman Makam Pahlawan itu telah terkubur seorang pahlawan yang sangat mereka banggakan.

***

Upacara penghormatan di Taman Ma kam Pahlawan Kabupaten Kolos itu berjalan khidmat. Sang Jenderal dan para pengiringnya memberikan sambutan antusias dengan cerita-cerita yang heroik. Namun, Oytasus yang berdiri di panggung utama hampir-hampir tak bisa mengangkat tangannya untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pahlawan yang mereka banggakan itu.

“Maafkan aku. Maafkan tak hormatku pahlawan,” gumamnya tak kedengaran oleh siapa pun.

 

Catatan:

*suku = marga

*Angku babi = dewa babi (semacam kepercayaan bagi pemburu babi bahwa kumpulan babi hutan dikepalai makhluk yang tak tampak sebagai pelindungnya.

Arsip Cerpen di Indonesia