Dukun Palsu

“Sejak kapan sampi itu hilang?”

“Aku mengetahuinya pagi tadi,” kata Jaka Mardio. “Mungkin subuh tadi. Aku memang lupa menutup pintu kandangnya.”

“Oh,” kata Taweo, ia tersenyum. “Jangan kaucari. Tak lama sampi itu akan datang kembali. Seperti banyak kasus, jika sampi pergi sejak pagi, itu berarti ia mencari tempat aman untuk melahirkan.”

Cuih, Jaka Mardio meludah dan meninggalkan Taweo dengan langkah yang sembrono. Sebelum itu ia berkata dengan nada marah, “Bodoh. Ia jantan, bukan betina.” ***

 

 Pangga Rahmad, mahasiswa Jurusan Arsitektur, Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara. Alamat tinggal di Jalan Mekar Baru, Kendari.

Arsip Cerpen di Indonesia