“Siapa ustazah itu, Pak Kiai..?” tanya Pak Galih dan Bu Susi.
Pak Kiai menjawab, “Kalian pasti tahu siapa Ustazah yang saya maksud…”
“Jangan-jangan Ustazah Lilis, Bu?” Pak Galih menduga-duga.
“Ustazah Lilis kan bukan dokter atau tabib..?” selidik Bu Susi, ketus.
Sesaat Pak Kyiai terdiam. Lalu, Pak Kiai bilang, “Saya juga tidak tahu, Bu. Mungkin ibu sendiri yang tahu, kenapa harus Ustazah itu yang bisa menyembuhkan ibu…”
Bu Susi pun tersadar, kalau selama ini ia memiliki kesalahan pada sang Ustazah. Pak Galih meminta Bu Susi agar meminta maaf pada ustazah Lilis. Lalu, bagaimana Pak Kiai tahu tentang Ustazah Lilis? Karena, Pak Kiai sudah banyak mendengar cerita soal ini dari anaknya Bu Susi dan Pak Galih.
Namun begitu, Bu Susi masih tak percaya kalau Ustazah Lilis bisa menyembuhkannya. Bu Susi bahkan bernazar, kalau Ustazah Lilis bisa membuatnya sehat, ia akan memberikan jatah hajinya buat Ustazah Lilis!
Di satu kesempatan, akhirnya Ustazah Lilis diminta datang ke rumah Bu Susi. Saat itu juga, Bu Susi semakin parah penyakitnya. Atas desakan Pak Galih, Bu Susi pun meminta maaf pada Ustazah Lilis. Bu Lilis dengan tulus memaafkan Bu Susi. Bahkan, Ustazah Lilis bilang, selama ini dia tidak pernah merasa sakit hati atau tersinggung dengan apa yang dilakukan Bu Susi terhadapnya.
Selang beberapa hari, Bu Susi mengalami keanehan. Bu Susi yang sering merasakan sesak napas, ternyata sesak napas yang sering dia rasakan itu berangsur menghilang. Bu Susi kembali sehat. Pak Galih pun mengingatkan Bu Susi tentang nazarnya. Tapi, Bu Susi berubah pikiran. Setelah sehat, dia merasa mampu untuk pergi ke Tanah Suci. Sehari setelah itu, sesak napas Bu Susi kambuh. Bahkan, Bu Susi merasakan dirinya seperti mau mati! Pada tahun itu, Bu Susi dan suaminya gagal berangkat haji dengan alasan sakit! Suaminya pun ikhlas membatalkan keberangkatannya sebab dia tidak ingin berhaji sendirian.
Tahun berikutnya, di tengah sakitnya yang semakin parah, akhirnya Bu Susi bersedia memenuhi nazarnya. Bu Susi meminta suaminya memanggil Ustazah Lilis ke rumah, meminta ustazah didaftarkan sebagai calon jamaah haji. Bu Susi akan mengurus segala surat-surat dan keperluannya. Dengan begitu, Ustazah Lilis akan berangkat ke Tanah Suci.
Ustazah Lilis awalnya tidak percaya begitu saja. Namun, suami Bu Susi memaksa demi nazar istrinya. Semua persyaratan akan diurus, nanti Ustazah Lilis tinggal berangkat. Suami Bu Susi pun mengikhlaskan dirinya tidak berangkat karena dia menunggu kesembuhan Bu Susi.