Tiba saatnya Ustad Buya mengeluarkan syarat tegas. Ia bersedia memenuhi permintaan masjid mana pun, baik untuk menjadi khatib maupun imam, jika pihak masjid yang bersangkutan menyediakan tempat penitipan alas kaki yang dijaga seorang petugas demi menghindari kejadian yang selalu menimpanya.
Alhasil, sama saja. Sandalnya masih saja hilang.”Tempat penitipan macam apa ini? Bagaimana masih bisa hilang?Apa ada yang masuk begitu saja dan mencurinya?” sergah Ustad Buya menuding petugas penitipan sandal dengan rentetan kekesalan.
“Saya juga tidak tahu, Ustad.” Jawab sang petugas hati-hati.
“Kenapa tidak tahu? Kamu tidak menjaganya? Kan kamu yang bertanggung jawab dengan semua yang dititipkan di sini!” Balas sang Ustad ketus.
“Saya bertanggung jawab, Ustad. Saya tidak lupa mengunci pintu ruang penitipan ini sebelum ikut sholat tadi..” tambah sang petugas pelan.
“Kalau begitu, bisa jadi kamu sendiri yang mencurinya!” tuduh sang Ustad. Halaman sekitar tempat penitipan sandal jadi ramai oleh jemaah yang menonton tingkah sang Ustad. Ia tidak peduli. Sambil berlalu dan terus mengumpatumpat, ia mengancam akan melaporkan kejadian itu pada yang berwajib.
Tentu saja ancaman melaporkan itu hanya gertak. Ustad Buya sadar bahwa ia tidak akan berbuat sejauh itu. Akan tetapi kejadian sandalnya yang tetap hilang meski di tempat penitipan, juga terus berulang. Di masjid mana pun.
Ia kemudian membuat keputusan baru. Ia tidak bersedia lagi memenuhi permintaan masjid meski sudah memiliki tempat penitipan sandal dan penjaganya. Tidak ada gunanya. Sandal yang ia titipkan tetap saja hilang! Ia baru bersedia jika masjid itu memiliki CCTV. Melalui rekaman CCTV itu nanti, jika sandalnya masih hilang, ia bisa melihat siapa orang yang mencurinya.
Hasilnya, tetap saja sandalnya hilang!Tetapi tidak mengapa, pikirnya. Ia telah memperkirakan. Siapa pencurinya, CCTV segera dapat menunjukkan. Rekaman CCTV kemudian diputar ulang. Ia memperhatikan layar monitor dengan saksama. Mulai dari awal membuka sandal, benda itu jelas terlihat. Tapi kemudian setelah beberapa saat layar monitor hanya menampilkan kegelapan dan kemudian terang kembali, sandalnya sudah tidak ada!
“Mengapa bisa gelap begitu? Itu kan bagian pencurian sandal saya? Ini seperti disengaja!” Ujar Ustad Buya langsung menuding petugas CCTV.
“Saya juga tidak tahu, Ustad.” Jawab sang petugas pelan.