Seekor Ular di Dalam Rumah

“Awalnya aku sempat terpengaruh oleh ucapannya, namun aku masih bisa menggunakan akal sehatku. Tak semudah itu aku mempercayainya,” balasnya.

“Syukurlah, terima kasih kalau begitu.”

Ternyata tak hanya satu atau dua orang yang dikirimi pesan oleh Si Ular, teman-teman sirkus lain pun diprovokasi olehnya, untungnya tak satupun percaya pada semua ocehannya.

“Kami di sini siap membantumu jika Ular itu berulah, akan kuhabisi makhluk culas itu,” ujar seorang teman lewat pesan suaranya.

Jam dua sore dia pulang, tampaknya dia terburu-buru. Tubuh gempalnya melenggang masuk ke dalam rumah, ke kamarnya yang aduhai berantakannya. Dia mengemasi beberapa potong baju di dalam sarangnya di rumahku.

“Aku pamit, aku mau bernagkat ke kota. Ada seorang kawan yang mengajakku main sirkus di sana,” dia menjulurkan tangannya mengajakku bersalaman.

“Ah dasar kau Ular. Aku tak akan mudah percaya dengan ucapan yang kau olah dengan lidah ularmu.”

 

Tumiyang, Pekuncen-Banyumas 28062019

Pensil Kajoe berasal dari Banyumas. Penulis telah melahirkan 14 buku tunggal dari tanggannya dan beberapa buku antologi bersama lainya. Tulisannya baik berupa puisi maupun cerpen juga pernah dimuat di berbagai koran di Indonesia. Saat ini menjadi penulis rubrik berbahasa Banyumasan di majalah Djaka Lodang, Yogyakarta.

Arsip Cerpen di Indonesia