Langkah kaki Rawe tak bersuara sedikit pun. Rambutnya terurai hingga punggung dan melambai-lambai tertiup angin malam yang menusuk hingga tulang belulang. Ia hanya memakai baju tipis untuk tidur dan tak sempat lagi menggantinya saat akan keluar tadi. Satu-satunya yang ada dipikirannya adalah, ia harus segera tahu apa yang terjadi. Entah dari mana keberanian itu datang. Yang pasti malam itu, ia tak bisa menahan diri.
Saat mendekat ke dinding rumah panggung, ia sengaja tak menaiki tangga. Khawatir lantai kayu akan berderik dan Bapak akan mengetahui keberadaannya. Karena itu ia hanya mengintip dari celah yang sejajar dengan puncak kepalanya dan lantai rumah panggung. Kakinya berjinjit menahan berat tubuh.
Pemandangan pertama yang tertangkap oleh matanya, berhasil membuat Rawe kehilangan tenaga. Lututnya lemas dan ia serta merta jatuh terduduk di atas tanah yang lembap. Apa yang terjadi? Mengapa semua hidangan itu ada di sana? Daging-daging segar dan nasi yang mengepul serta Bapak yang duduk bersila. Bapak tidak seorang diri. Ia bersama seseorang.
“Jangan khawatir, aku akan terus menyiapkan ini semua asal kau berjanji, tidak akan mengganggu warga desa lagi.” Suara Bapak terdengar rendah namun sangat jelas di telinga Rawe.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Rawe berlari meninggalkan tempat itu. Dadanya berdegup kencang dan langkah kakinya terseok-seok. Ia berlari tak tahu arah. Ia lupa ke mana arah pulang padahal cahaya bulan masih bisa menuntunnya dengan baik. Dengan tangan dan kaki yang masih gemetar, Rawe berlari meninggalkan tempat itu. Hingga akhirnya ia tak sadar menabrak seseorang. Rawe tak akan khawatir seandainya yang ditabraknya waktu itu bukan salah satu dari pria kembar itu. Rawe tak akan khawatir seandainya ia memakai penutup kepala dan baju tebalnya rapat-rapat malam itu.
Dan yang paling penting, ia tak akan khawatir seandainya yang ada di rumah panggung bersama Bapaknya, bukan seorang nenek yang berwajah mirip ibunya.
Karena dengan bodohnya, seperti kehilangan akal sehat, Rawe menunjuk ke arah rumah panggung sambil meracau, mengatakan sesuatu yang tak pernah berhasil ia ingat.
***
Ada hukuman untuk orang-orang yang tak bisa menjaga rahasia. Terlebih sebuah rahasia yang dapat mengubah sesuatu selama-selamanya. Rahasia yang dijaga dengan baik untuk seseorang yang sangat disayangi. Rahasia yang akan menghancurkan sesuatu hingga tak ada lagi yang tersisa. Rawe tahu persis, ia pantas mendapat ganjaran sebesar apa pun.