Perempuan Misterius dan Lelaki yang Kehilangan Dirinya

Semua karya dikumpulkan, tidak hanya dalam bentuk lukisan, tetapi akan dijadikan sebuah pertunjukan. Latihan sudah dimulai. Ia terus membuat karyanya, menulis sendiri skenario pertunjukannya. Tentu saja dibantu oleh beberapa temannya.

Waktu terus berlalu, hari yang telah ditentukan sebentar lagi tiba. Persiapannya nyaris sempurna. Tak ada gangguan dan hambatan. Satu per satu karyanya telah dikumpulkan di sebuah studio. Gambar-gambar yang luar biasa, yang kemudian ia gubah karakternya menjadi tokoh-tokoh wayang, dan tentu saja sebuah pertunjukan. Ia akan membuat pertunjukan semacam pergelaran wayang. Menampilkan seluruh karyanya melalui pertunjukan itu.

Lukisannya bermetamorfosis menjadi tokoh wayang yang hidup. Berdirilah pakeliran itu dengan gagah.

Waktu kurang satu minggu, acara pameran dan pertunjukannya bakal mengagetkan khalayak, tetapi peristiwa yang tak disangka itu muncul.

Semua karya itu lenyap. Tidak sekadar satu atau dua, tetapi semuanya beserta pakeliran yang sudah ditata dengan gagahnya. Bukan khalayak yang kaget, melainkan lelaki yang telah membuat karya seninya itu yang kaget dan jatuh tersungkur tak lagi bisa bangkit dari hidupnya yang lemah.

“Bukan begitu mas lelaki lemah tak berdaya yang bahkan untuk mati saja tak pernah berani. Segera bangkit. Kamu memiliki daya hidup. Kamu memiliki api yang terus berkobar.”

Rasanya aku seperti dibacakan sebuah dongeng yang berakhir dengan penderitaan.

“Kamu memiliki gagasan-gagasan yang hebat, orang-orang yang mengambil karyamu hanyalah mengambil abu dari sisa-sisa kayu yang kamu bakar dengan nyala apimu yang berkobar.”

Belum sempat aku menanggapi omongan perempuan itu, ia menyodorkan sebuah koran. Terlihat jelas ada gambar dan narasi yang berisikan tentang karya-karyaku telah dipamerkan dan diapresiasi dengan luar biasa di hadapan khalayak ramai. Aneh, aku tidak merasa sakit, aku justru tersenyum lebar.

Perempuan itu meninggalkanku. Ia memintaku tak lagi mengganggunya. (M-2)

Arsip Cerpen di Indonesia