GENAH memang masuk penjara lagi—semua orang di kampung tahu akan ini—,dan ketika ia kembali dari penjara, semua orang tetap menerimanya seperti ia itu tak melakukan apa-apa—bahkan sebagian orang memujinya, tidak mengecamnya sebagai yang tidak tahu adat, karena percaya kalau hutang itu harus ditagih, terutama ketika si yang mengutangkan butuh uang. Ya! Tak pasrah begitu saja, hingga (seakanakan) orang di kampung telah dikutuk miskin dan malas—selain Genah yang mau berinisiatif dan gagah bertindak.
Ya! Tapi itu memang mudah bila diceritakan tapi mengerikan bila dibayangkan! ***