Nuraida kecapaian melayani tamu undangan ketika pesta untuk mempelai laki-laki karena besoknya akan menuju rumah mempelai perempuan untuk melakukan akad nikah. Tiba-tiba pukul sembilan malam, ia keluar rumah setelah sebelumnya menerima telefon dari seseorang. Nuraida tak kembali hingga pagi-pagi, ketika semua sibuk hendak mempersiapkan mengantar mempelai pria. Tak ada kabar dari Nuraida. Malah kabar lain. Seorang oknum pelaku penipuan ditemukan tergantung dengan lidah menjulur di rumah kosong.
Gading tak memedulikan teriakan telefon dari keluarga mempelai perempuan yang menunggunya hingga matahari tepat di ubun-ubun. Ia dan ayahnya harus menyelasaikan urusan di kantor polisi setelah Galih digiring dengan tuduhan otak di balik pembunuhan oknum pelaku penipuan Nuraida.
Hari berganti hari. Atika menahan sesak di dada. Ia sering menyendiri di bawah pohon sukun. Menanti Nuraida kembali. Hingga pada suatu Rabu pagi pukul sembilan, Atika menyaksikan Lilis yang ditangkap polisi dengan tuduhan sebagai dalang dari semua peristiwa penipuan uang Rp 270 juta. ***