Ibu yang kini telah dikuburkan. Mungkin, pada akhirnya, ia tiba di titik awal keberangkatan sejati, tempat yang terus menyusut, yang membuatnya harus kian fokus serta melampaui titik di garis pandang. Bahkan menyelam, lewat tanah lahat di kuburan. lantas mengerucut pada yang mengadakan serta menerakan peruntungan setelah ada terlahir— meski semua itu telah dikabarkan akan terjadi saat ruh masih ada di alam Luh Mahfus. Allah Swt—karenanya aku tidak ingin pulang ke mana-mana, ke tempat yang kini dikuasai dan dibenahi (orang) agar bisa betah dan kerasan hidup. Tapi akan langsung menghadap kepada-Nya, lewat lahat—di mana pun kita dikuburkan. ***
Beni Setia. Pengarang. Lahir di Bandung, kini tinggal di Jawa Timur.