Perjanjian Menikah dengan Rentenir

Cerpen Wandi (Radar Mojokerto, 22 Mei 2022)

ATIAH merasa marah dan kecewa karena ditinggal menikah oleh suaminya, Anwar. Hatinya hancur berkeping-keping tatkala sang suami memilih untuk menikah dengan sekretaris pribadinya yang bernama Anita.

Setiap malam, Atiah selalu keluar malam untuk clubbing bersama teman-teman kuliahnya dulu. Ia merasa kesepian, karena suaminya sering bepergian ke luar kota karena urusan pekerjaan. Ia menganggap Anwar selalu bersenang-senang di luar kota dengan perempuan lain.

Satu tahun yang lalu, Atiah pernah dikirimkan foto oleh temannya. Foto sang suami dengan seorang perempuan muda di suatu kafe di Surabaya. Melihat foto itu, ia sempat marah dan menamparnya. Anwar sudah menjelaskan bahwa perempuan itu adalah kliennya, tapi Atiah lebih percaya pada bukti foto itu daripada omongan suaminya sendiri.

Semenjak itu, hubungan keduanya kurang begitu harmonis. Selalu ada percekcokan tatkala Anwar sedang berada di rumah. Ia merasa rumahnya tidak senyaman dulu.

Anwar pun semakin jarang berada di rumah. Ia lebih senang menghabiskan waktu di kantornya. Ia merasa kantornya adalah rumah pertama baginya, Anwar lebih tenang tinggal di kantor daripada di rumah bersama Atiah, istrinya.

Percekcokan yang tak kunjung usai membuat Anwar tidak nyaman bersama Atiah. Ia melayayangkan gugatan perceraian ke pengadilan agama untuk bisa bercerai dengan Atiah. Menerima surat gugatan dari suaminya, membuat Atiah semakin benci dengan Anwar. Tanpa banyak negosiasi, ia menerima diceraikan oleh Anwar, walaupun dari lubuk hati yang paling dalam, ia masih mencintai suaminya itu.

Perceraian dengan Anwar cukup membuatnya depresi. Atiah bingung harus menjalani hidupnya ke depan. Dengan usia yang menginjak kepala empat, ia bingung harus bekerja di mana. Ia malu kalau nanti teman-temannya tahu ia bekerja serabutan dan berpenghasilan kecil.

Atiah khawatir teman-temannya menjauhinya, karena ia yang sekarang tidak bergelimang harta seperti dulu lagi. Ia bahkan menyembunyikan perceraiannya dengan Anwar. Atiah malu dengan status janda yang disandangnya.

Malam ini, Atiah berencana menghabiskan malam minggunya di kafe milik temannya. Ia tidak menyangka, ketika sedang asyik ketawa-ketiwi dengan teman-temannya. Ia melihat mantan suaminya bersama Anita sedang duduk di meja kafe paling pojok. Mata Atiah pun sontak berubah menjadi tatapan yang penuh amarah dan kebencian.

Dalam pikirannya terlintas untuk melabrak Anwar dan Anita. Namun, niat jahatnya itu urung dilakukan, karena ia tidak mau teman-temannya mengetahui ia sudah bercerai dengan Anwar.

Sesekali matanya melirik ke arah mantan suaminya itu. Dalam pikirannya tak habis pikir, sang suami harus menikah dengan Anita yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri. Melihat kemesraan yang ditunjukkan oleh Anwar ke Anita, membuat Atiah geram dan ingin marah kepada mantan suaminya itu.

Atiah pun beranjak dari mejanya. Ia menghampiri Anwar dan Anita yang sedang asyik menikmati coklat hangat pesanannya. Atiah yang terbakar cemburu, langsung menumpahkan coklat hangat ke wajahnya Anwar. Deraian air matanya tumpah mengiringi tumpahan coklat hangat yang membasahi wajah mantan suaminya yang masih ia cintai itu.

Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir merahnya. Ia langsung pergi dengan air mata yang belum disekanya. Anwar pun kaget dengan apa yang sudah Atiah lakukan. Ia melihat Atiah sudah hampir membuatnya cacat dan malu dihadapan banyak orang.

Teman-teman Atiah pun sontak kaget dengan apa yang barusan terjadi di depan mata mereka! Mereka penasaran dengan apa yang sedang terjadi di rumah tangga Atiah dan Anwar. Salah satu teman Atiah yang bernama Desy sempat menanyakan tentang apa yang melatar belakangi Atiah menumpahkan coklat panas kepada Anwar.

“Ada apa dengan rumah tangga kalian, War?” tanya Desy dengan tatapan tajam.

“Kamu belum tahu, Des? Aku dan Atiah sudah dua bulan bercerai. Aku tak tahan lagi dengan prasangka negatif yang selalu ia tuduhkan kepadaku,” pekik Anwar dengan nada emosi.

“Aku kira rumah tangga kalian baik-baik saja. Atiah tidak pernah bercerita dengan keretakan rumah tangga kalian. Sangat disayangkan pernikahan yang sudah berjalan lama harus berakhir denga perceraian karena ada orang ketiga,” tutur Desy dengan judesnya.

Mendengar perkataan Desy, membuat Anwar sedikit menghela napasnya. Ia merasa dipojokkan oleh ucapan Desy. Ia dan Anita langsung bergegas pergi tanpa sedikit pun berpamitan kepada Desy.

Di dalam mobil, emosi Anwar masih bergejolak. Ia menggurutu atas kejadian yang menimpanya. Anita berusaha menenangkan suaminya itu, dengan mengelus-elus dadanya. Emosi Anwar pun menjadi sedikit mereda.

Sesampainya di rumah, Anwar berencana untuk mengambil semua aset yang masih dimiliki oleh Atiah. Aset tersebut berupa rumah dan kendaraan. Ia masih emosi dengan apa yang sudah dilakukan mantan istrinya itu.

***

Di waktu pagi, ketika matahari baru terbit dari ufuk timur. Atiah yang masih terlelap dalam tidurnya, terbangun tatkala beberapa orang mengetuk pintu rumahnya. Orang-orang tersebut adalah suruhan Anwar. Mereka menyuruh Atiah untuk segera berkemas dan pergi dari rumah tersebut.

Atiah pun mencoba untuk melawan orang-orang suruhan Anwar tersebut, namun apa daya ia adalah sosok perempuan yang tidak berdaya untuk menghadapi sepuluh orang suruhan dari mantan suaminya itu. Atiah pun harus rela kehilangan mobil dan rumahnya.

Merasa semua yang ia miliki sudah jatuh ke tangan Anwar. Ia pun pergi ke rumah Desy untuk bermalam. Di sana ia menangis dan meluapkan beban yang ada dalam pikirannya. Desy menyarankan Atiah untuk tinggal bersamanya sementara waktu.

Keesokan harinya, melihat wajah Atiah yang sembab. Membuat Desy jadi tidak tega melihat sahabat karibnya itu. Desy mencoba mengenalkan Atiah kepada seseorang lelaki untuk membuat Atiah cepat melupakan mantan suaminya, Anwar.

Singkat cerita, ia pun diperkenalkan oleh Desy dengan seorang laki-laki bernama Hendra. Laki-laki yang berprofesi sebagai rentenir ini, memang sudah lama jatuh hati kepada Atiah sewaktu masih menjadi istrinya Anwar. Ia pun pernah menyatakan rasa cintanya kepada Atiah. Namun, kala itu hanya tamparan keras yang ia terima dari Atiah.

Hendra tahu Atiah sudah bercerai dan sedang kesulitan keuangan. Ia ingin kali ini, Atiah menjadi istrinya. Ia pun membuat janji dengan Desy untuk bisa mempertemukan dirinya dan Atiah.

Sore itu pun mereka bertemu dengan Hendra di kedai kopi tersebut. Begitu kagetnya Atiah, lelaki yang ingin diperkenalkan kepadanya adalah Hendra. Orang yang pernah mengganggu keharmonisan rumah tangganya beberapa tahun yang lalu.

Melihat Hendra persis berada di hadapannya, membuat Atiah ingin buru-buru pergi dari kedai kopi tersebut. Hendra melihat ketidaknyamanan yang diperlihatkan oleh Atiah, tanpa banyak basa-basi ia pun menawarkan diri untuk menjadi suaminya. Ia berjanji akan memenuhi segala kebutuhannya, melebihi apa yang pernah Anwar berikan dulu. Namun, Atiah tidak lantas percaya dengan apa yang Hendra janjikan.

Atiah ingin ada perjanjian sebelum ia menikah dengan Hendra. Ia tidak ingin pernikahannya kelak dipenuhi dengan kebohongan. Atiah pun meminta setengah kekayaan yang dimiliki Hendra untuk menjadi miliknya sehari setelah mereka menikah.

Mendengar keinginan dari Atiah, tidak membuat Hendra mundur untuk menikah dengannya. Ia akan menyetujui dengan perjanjian itu. Atiah pun menuliskan surat berisi perjanjian pada selembar kertas yang harus ditandatangani oleh Hendra. ***

.

.

WANDI. Asal Megah Cianjur Permai, Blok C15, Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur.

.

Perjanjian Menikah dengan Rentenir. Perjanjian Menikah dengan Rentenir. Perjanjian Menikah dengan Rentenir.

Arsip Cerpen di Indonesia