Berbagi Bekal Makanan

Oleh Riyan Prasetio (Padang Ekspres, 30 Juni 2019)

Berbagi Bekal Makanan ilustrasi Orta - Padang Ekspresw.jpg
Berbagi Bekal Makanan ilustrasi Orta/Padang Ekspres 

Fiola tetap tenang di tempat duduknya meskipun bel tanda istirahat telah berbunyi beberapa menit lalu. Ia tak peduli dengan temanteman sekelas yang saling berebut pergi ke kantin. Mengisi perut dan tenaga mereka yang sudah terkuras setelah mengikuti tiga jam penuh pelajaran matematika dengan Bu Darti. Tak lupa Bu Darti memberi pekerjaan rumah yang harus dikumpulkan minggu depan. Jika kedapatan ada yang tidak membuat atau menyontek hasil jerih payah teman sekelas, Bu Darti tidak akan segansegan memberi hukuman. Bisa jadi hukumannya berupa membersihkan toilet, menyapu halaman sekolah dan juga membuat tiga buah sapu lidi berukuran menengah.

“KAMU tidak ke kantin, Fi?” tanya Maya yang baru saja bangkit dari tempat duduknya.

Fiola yang sedang mengeluarkan buku cerita dari dalam tasnya mengumbar senyum. Dilihat dengan saksama teman sebangkunya yang sedang memegangi kotak makanan di hadapannya.

“Duluan aja, May. Aku lagi ingin membaca buku cerita aja,” sahut Fiola memamerkan buku yang bersampulkan anak-anak yang sedang membersihkan sungai yang penuh oleh sampah.

“Tumben. Memangnya kamu tidak membawa bekal?” tanya Maya masih berdiri di samping tempat duduknya, menunggu Fiola.

“Bawa kok.” Fiola menepuknepuk kotak nasi yang dikeluarkannya dari laci meja.

“Terus?” kening Maya mengerut, heran. ”Ada yang lebih memerlukan bekal makanan ini ketimbang diriku, May.”

Maya semakin dibuat bi ngung mendengar jawaban dari teman sebangkunya itu. Tidak biasanya Fiola bersikap aneh seperti hari ini. Hari-hari sebelumnya, malahan Fiola yang paling bersemangat pergi ke kantin ketika mendengar bel istirahat berbunyi nyaring. Mengajak teman-teman yang lainnya pergi ke kantin untuk menyantap bekal yang mereka bawa sembari memesan jus buah kesukaan masing-masing buatan Bi Iyem. Dan hari ini, menurut Maya, teman sebangkunya sedang tidak nafsu makan.

“Kalau begitu aku duluan, ya. Tidak apa-apa kan di kelas sendirian?”

“Iya,” sahut Fiola menyunggingkan senyum.

Arsip Cerpen di Indonesia