BOLA RIDIE

Puisi-puisi Aminul Arif (Fajar Makassar, 24 April 2022)

BOLA RIDIE

.

rahasia bermula dari sosok

yang turun dari langit. pertanyaan

mengubah dirinya menjadi kesunyian yang kesekian kali.

.

setangkai padi yang dicapit paruh burung membawanya

ke ladang yang subur jauh dari kemarau panjang

dan masa di mana orang-orang memakan

saudaranya sendiri.

di atas batu dan tanah-tanah yang menguning

seseorang yang akan diangkat menjadi datu mengucap

sumpahnya “tidak akan masuk padi ini dalam tenggorokanku jika diriku berlaku curang dan tidak adil”.

.

dari sanalah orang-orang mengenal warna kuning

sebagai pemberian dari dewata.

.

kesetian menggandeng kesucian dan jalan panjang

menjadi Bissu arajang tempat benda-benda

disakralkan menjadi kebisuan lainnya mengapa

orang-orang mewarnai kotanya dengan warna kuning?

bendera-bendera berkibar menyerupai warna padi

seiring rumah-rumah yang tumbuh menguning

.

kesekian kalinya pertanyaan mengubah dirinya menjadi

sebuah kesunyian seorang Bissu berusaha menjelaskannya dengan bahasa to rilangi’

namun bahasanya menjadi tidak dimengerti. asap dupa

padam dan masa lalu mendapati dirinya sebagai

bagian dari kesunyian lainnya.

.

Soppeng, 2022

.

.

.

KELELAWAR MENCATAT OBITUARI POHON ASAM

.

adzan magrib, langit latemmamala merah pudar

menuju utara riuh kelelawar pamit melepas

tidur panjangnya mencari pangan jauh keluar

batas kota. orang-orang menatap ke atas sebelum

bersujud sajadah mata. melambai ke langit

ribuan kelelawar menyahut-nyahut toa masjid

waktu berganti, bertukar keringat

dan harapan nasib masih sama.

.

pohon asam tua yang tumbuh di kota

tak semrawut dulu, seperti kepala manusia

yang menua ranting-rangting yang gugur

dan sifat-sifat kota yang mengharuskan segala

sesuatu tertata rapi. meski tahun-tahun sebelumnya

jarang dipangkas sebab dahan dan rantingnya digelatungi pawang musibah dan cinta mitos sebuah kota.

.

di tengah kota tak semua tempat diharuskan menanam

meski sesuatu yang akan tumbang akan lebih dulu ditebang usia selalu jadi alasan mengapa banyak hal musti

disingkirkan rumah-rumah hilang namun bangunan baru

terus tumbuh seiiring taman-taman yang akan dikunjungi meski tanpa penghuni

.

langit kota akan membisu tanpa lengkingan

orang-orang mulai menerka kejadian-kejadian

kecemasan akan tiba dari sesuatu yang telah pergi.

.

Soppeng, 2022

.

.

AMINUL ARIF lahir di Soppeng 1997 alumnus Universitas Muhammadiyah Makassar. Aktif di Forum Lingkar Pena SulSel dan sedang belajar di Institut Sastra Makassar.

.

BOLA RIDIE

Arsip Cerpen di Indonesia